Untuk mendongkrak layanan publik, pemerintah daerah mengarahkan efisiensi anggaran ke pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan guna meningkatkan konektivitas antar wilayah. Proyek lapis penetrasi (lapen) akan menggunakan skema kontrak payung.
“Dengan terbangunnya konektivitas, maka akses pelayanan pendidikan dan kesehatan dapat menjangkau seluruh kabupaten, kecamatan, hingga desa,” ujarnya.
Di sektor pendidikan, pemerintah provinsi memperluas kerja sama dengan sejumlah sekolah kedinasan serta perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada dan IPB University untuk program beasiswa S2 ASN.
Sherly juga meminta sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang dilakukan secara daring tanpa pungutan biaya untuk jenjang SMA, dengan target implementasi penuh pada Juli 2026.
Pada sektor kesehatan, ia memberi perhatian khusus terhadap kualitas layanan rumah sakit daerah meski alokasi anggaran telah ditingkatkan.
“Meskipun alokasi anggaran untuk pendidikan dan kesehatan telah ditingkatkan pada Tahun 2025, namun kualitas layanan pada Tahun 2026 masih memerlukan pembenahan signifikan. Hal ini menyangkut keselamatan dan nyawa masyarakat,” tegasnya.
Sherly menutup arahannya dengan menekankan akuntabilitas kinerja ASN terhadap penggunaan anggaran daerah.“Total belanja pegawai sebesar Rp 1,2 triliun harus dapat dipertanggungjawabkan melalui kinerja yang berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan rakyat,” ujarnya. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!