Sofifi, Maluku Utara – Gubernur Sherly Tjoanda kembali meninjau proyek Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Kusu, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Senin (2/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan dan Permukiman Maluku Utara, Musrifa Alhadar, beserta jajaran. Berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat empat unit rumah yang ditinjau langsung untuk memastikan kualitas dan progres pembangunan.
Usai peninjauan, Sherly menjelaskan bahwa program RTLH di Desa Kusu telah rampung 100 persen. Total terdapat lima unit rumah yang dibangun melalui program tahun anggaran 2025.
“Saya belum sempat melihat langsung sebelumnya, sehingga hari ini saya turun dan cek kondisi di lapangan. Ternyata sudah selesai 100 persen,” ujarnya.
Namun, dari hasil dialog dengan warga, Gubernur menyoroti persoalan lain yang dinilai lebih mendasar, yakni rendahnya keterampilan dan pendapatan kepala keluarga penerima bantuan. Ia menyebut sebagian warga hanya bekerja sebagai pekebun dengan penghasilan sekitar Rp1 juta per bulan, bahkan ada yang tidak memiliki pendapatan tetap.
“Ke depan mereka akan kita beri pelatihan keterampilan dan pekerjaan agar memiliki penghasilan bulanan yang jelas,” tegasnya.
Sherly menambahkan, pembangunan RTLH sebenarnya telah dilengkapi dapur, meski ukurannya disesuaikan dengan desain standar. Beberapa keluarga disebut memilih tidak membangun bagian dapur karena merasa ukurannya kurang sesuai, namun hal tersebut tetap menghormati pilihan masing-masing penerima bantuan.
Menurutnya, langkah lanjutan yang menjadi prioritas adalah membantu pemasangan listrik dan penyediaan air bersih bagi rumah-rumah tersebut.
“Yang terpenting rumah sudah dibangun sesuai kebutuhan keluarga. Selanjutnya yang perlu dibantu adalah listrik dan air, dan itu akan kita bantu,” katanya.
Program RTLH ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah. Selain pembangunan fisik rumah, pemerintah juga mulai mengarahkan perhatian pada penguatan kapasitas ekonomi keluarga penerima manfaat agar bantuan perumahan berdampak lebih berkelanjutan. (*RS)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!