Menurut Muchrid, Jaya merupakan satu-satunya guru yang mengampu mata pelajaran Kimia dan TIK di sekolah tersebut, yang memiliki ratusan siswa.
“Karena itu, kalau beliau mutasi ke sekolah lain, maka kurikulum di SMA Negeri 1 Morotai akan berjalan tidak normal,” katanya.
Namun, pernyataan itu dibantah oleh sumber internal di kalangan guru. Sumber yang enggan disebutkan namanya itu menyebut jumlah tenaga pengajar Kimia di SMA Negeri 1 Pulau Morotai lebih dari satu orang.
“Guru Kimia di SMA Negeri 1 ada tiga orang, yakni NU, Marhan, dan Pak Jaya. Mereka semua adalah pegawai. Mengapa Cabang Dinas mengatakan hanya ada satu guru?” ujarnya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi lanjutan dari pihak Pemerintah Provinsi Maluku Utara terkait langkah yang akan diambil untuk menyelesaikan persoalan tersebut. (RF/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!