Tauhid menilai, mempertahankan opini WTP bukan semata soal hasil akhir, melainkan menjaga konsistensi dalam proses pengelolaan keuangan. Ia menekankan pentingnya stabilitas dalam tata kelola, akuntabilitas, dan transparansi.
“Yang terpenting adalah menjaga ritme,” ujarnya.
Menurut dia, tantangan ke depan terletak pada kemampuan pemerintah daerah mempertahankan kualitas pengelolaan anggaran di tengah dinamika kebutuhan pembangunan. Konsistensi, kata dia, menjadi variabel utama agar standar audit tetap terpenuhi.
Penyerahan LKPD menjadi tahap awal dalam proses audit yang akan menentukan opini BPK. Hasil pemeriksaan tersebut dijadwalkan keluar setelah melalui serangkaian evaluasi menyeluruh terhadap laporan keuangan daerah.
Dengan rekam jejak yang ada, optimisme Pemerintah Kota Ternate untuk kembali meraih WTP tahun ini bertumpu pada keberlanjutan praktik tata kelola yang disiplin dan terukur. (RFN/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!