Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Morotai juga mengalami peningkatan dari 65,68 pada 2024 menjadi 67,86 pada 2025.
Peningkatan ini mencerminkan perbaikan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 3,69 ribu jiwa pada 2024 menjadi 3,29 ribu jiwa di 2025, atau turun 10,84 persen.
“Ini menunjukkan program pemberdayaan ekonomi dan perlindungan sosial semakin efektif, terutama di wilayah pesisir,” katanya.
Wabup juga memaparkan realisasi APBD 2025. Pendapatan daerah ditargetkan Rp 736,93 miliar, dengan realisasi mencapai Rp 620,72 miliar atau 84,23 persen.
Sementara belanja daerah terealisasi Rp 639,92 miliar dari target Rp 793,01 miliar, atau sekitar 80,69 persen.
Untuk pembiayaan daerah, tercatat pengeluaran sebesar Rp 31,05 miliar yang digunakan untuk pembayaran cicilan utang.
Adapun sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) tahun 2025 mencapai Rp 50,25 miliar.
Menutup penyampaiannya, Wabup menegaskan bahwa LKPJ bukan sekadar laporan angka, melainkan rekam jejak pengabdian pemerintah kepada masyarakat. “Tahun 2025 telah kita lalui dengan cukup baik dan menjadi fondasi bagi mimpi besar rakyat Morotai. Mari kita jaga daerah ini bersama,” pungkasnya. (RF/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!