Sementara arus balik direncanakan pada 25–30 Maret 2026 dari pelabuhan tujuan masing-masing. Kondisi ini memunculkan kecurigaan di kalangan calon penumpang terkait kemungkinan adanya praktik percaloan atau permainan tiket di tengah tingginya permintaan masyarakat.
Salah satu calon penumpang tujuan Babang, Putra, mengaku heran karena tiket bersubsidi disebut telah habis, sementara masa berlaku program masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
“Subsidi masih tersedia sampai tanggal 18 seperti yang disampaikan ibu gubernur, tapi mereka bilang sudah habis sejak kemarin, 16 Maret. Kami curiga ada calo atau permainan dari petugas, karena seharusnya subsidi masih tersedia,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ia pun meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap mekanisme penjualan tiket agar tidak merugikan masyarakat.
“Pemerintah harus mengevaluasi petugas penjualan tiket ini. Kami menduga ada permainan di dalam. Bahkan dalam sehari ada sekitar 50 sampai 70 tiket yang dijual di luar skema subsidi. Artinya ada yang mencari keuntungan,” katanya. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!