110 Calon Kades di Halmahera Tengah Ikuti Uji Kompetensi Jelang Pilkades Serentak

Weda, Maluku Utara – Sebanyak 110 peserta dari 29 desa yang akan mengikuti pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Halmahera Tengah menjalani uji kompetensi yang digelar pemerintah daerah, Senin (9/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Weda ini bertujuan meningkatkan pemahaman para calon kepala desa terkait tata kelola pemerintahan dan pengelolaan keuangan desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Halmahera Tengah, Mustamin Jamal, mengatakan uji kompetensi tersebut dinilai penting agar para calon pemimpin desa memiliki pengetahuan dasar dalam menjalankan pemerintahan desa secara baik, transparan, dan sesuai aturan.

BACA JUGA  Di Maluku Utara, Satgas PKH Sita Lahan Tambang Ilegal Seluas 148,25 Hektar yang Dicaplok PT WBN

“Tujuannya agar mereka memahami tata kelola keuangan dan tata kelola pemerintahan desa. Masih banyak desa yang belum memahami hal tersebut sehingga sering terjadi keterlambatan dalam proses pencairan anggaran,” kata Mustamin Jamal kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, peningkatan kapasitas aparatur desa menjadi hal penting untuk memastikan pengelolaan administrasi pemerintahan berjalan lebih tertib dan akuntabel.

Melalui uji kompetensi ini, para peserta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terkait administrasi pemerintahan desa, khususnya dalam pengelolaan anggaran yang harus dilakukan secara transparan, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan.

BACA JUGA  Dana Hibah Parpol di Halteng Telah Dicairkan, Totalnya Rp 795 Juta Lebih, Terbesar NasDem

Mustamin menambahkan, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan calon kepala desa yang terpilih nantinya memiliki kemampuan dalam menjalankan roda pemerintahan desa secara profesional.

Dengan adanya uji kompetensi ini, pemerintah daerah berharap penyelenggaraan pemerintahan desa ke depan dapat berjalan lebih efektif serta mampu meminimalisir berbagai kendala administratif yang selama ini kerap terjadi di tingkat desa. (RJ/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah