Pasien dari Moti Dirujuk ke Ternate Pakai Pajeko, Keberadaan Ambulans Laut Jadi Tanda Tanya

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan ironi. Di satu sisi pemerintah daerah membahas panjang mengenai retribusi ambulans laut, sementara dalam situasi darurat masyarakat justru tidak dapat mengakses fasilitas tersebut.

Padahal, menurutnya, pemerintah daerah telah mengadakan satu unit ambulans laut pada Oktober 2025. Namun hingga kini fasilitas itu dinilai belum difungsikan secara optimal.

BACA JUGA  Dua Tahun tak Sentuh Kasus Korupsi di Pulau Taliabu, Begini Penjelasan Lengkap Kapolres

Muis juga menilai polemik ini menunjukkan fungsi pengawasan legislatif belum berjalan maksimal. DPRD Kota Ternate, kata dia, seharusnya mendorong pemerintah daerah memastikan fasilitas yang telah dibeli menggunakan anggaran publik benar-benar dapat digunakan untuk melayani masyarakat.

“Jika persoalan ambulans laut menyangkut nyawa manusia, maka yang harus menjadi prioritas adalah memastikan fasilitas itu tersedia dan berfungsi saat masyarakat membutuhkan, bukan hanya memperdebatkan tarif,” ujarnya.

BACA JUGA  Petani Kopra di Halut Maluku Utara Ditemukan Tewas di Kebun, Pelaku Diduga Adik Kandung

Ia menambahkan, masyarakat di wilayah kepulauan seharusnya tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi laut menggunakan perahu nelayan saat membutuhkan rujukan medis darurat. (RFN/Red2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah