Pertumbuhan Tinggi, Tapi Belum Merata: DJPb Nilai Ekonomi Maluku Utara Belum Inklusif

Sejumlah indikator sosial menunjukkan perbaikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Maluku Utara meningkat menjadi 72,52. Angka kemiskinan juga turun menjadi 5,59 persen.

Namun, Sakop menegaskan pertumbuhan ekonomi 29,81 persen itu belum sepenuhnya inklusif. Sejumlah indikator ketenagakerjaan dan sektor riil masih menghadapi tekanan.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat 4,44 persen. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) memang naik 0,44 persen, tetapi masih tergolong rendah. Di sektor riil, Nilai Tukar Petani (NTP) turun ke level 101,81 dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) terkontraksi menjadi 102,67.

BACA JUGA  800 Ribu Warga Malut Akan Divaksin, Tahap Pertama di Tiga Daerah

Artinya, pertumbuhan ekonomi berbasis industri pengolahan dan pertambangan belum sepenuhnya mengalir merata ke sektor pertanian dan perikanan.

Di sisi lain, rasio gini membaik ke angka 0,275, menandakan ketimpangan pendapatan relatif menyempit. Meski begitu, DJPb menilai diversifikasi struktur ekonomi menjadi kunci agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan lebih luas.

“Dinamika indikator ekonomi ini menegaskan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi melesat tinggi, perhatian terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat tetap menjadi prioritas. Diversifikasi struktur ekonomi menjadi kunci agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan lebih merata,” ujar Sakop. (*RFN/Red)

BACA JUGA  PUPR Malut Tegaskan Penunjukan PPK 2026 Sesuai Aturan, Dibagi Berdasarkan Wilayah Kerja
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah