Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, sejarah, serta hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat. “Kami memandang kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kemanusiaan dan sejarah, sekaligus mempererat hubungan baik kedua negara,” katanya.
Sementara itu, Analis DPAA AS, dr. Alex Pittershen, menjelaskan bahwa hasil uji laboratorium di Amerika Serikat memastikan kerangka manusia yang dibawa beberapa bulan lalu bukan milik tentara Amerika Serikat.
“Berdasarkan hasil identifikasi, kerangka yang diperiksa bukan milik tentara Amerika Serikat. Kerangka tersebut merupakan milik penduduk asli Morotai yang berasal dari ribuan tahun lalu, termasuk anak kecil, juga terdapat kerangka tentara Jepang serta hewan,” jelas dr. Alex.
Atas dasar tersebut, DPAA mengembalikan seluruh kerangka kepada Pemerintah Daerah Pulau Morotai. “Karena tidak sesuai dengan karakteristik kerangka tentara Amerika Serikat, maka kami mengembalikannya kepada pemerintah daerah,” tambahnya.
Meski demikian, Tim DPAA menegaskan akan tetap melanjutkan upaya pencarian prajurit AS yang gugur di wilayah Morotai. “Kami akan terus melakukan pencarian. Jika tidak ditemukan di lokasi yang sama, maka pencarian akan dilanjutkan ke wilayah lain,” ujarnya singkat.
Kegiatan ditutup dengan pemutaran video story telling perjalanan misi kemanusiaan Tim DPAA, penandatanganan berita acara serah terima, serta sesi foto bersama sebagai simbol sinergi dan kerja sama antarnegara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan Kementerian Pertahanan RI Letkol Ctp Bayu Yudha, Atase Kedutaan Besar AS Letkol Marinir Tyler Stephen Bahn, Analis DPAA Mr. Alex Peterson, Sekda Morotai Muhammad Umar Ali, Dandim 1514/Morotai Letkol Arh Ir. Masykur Akmal, serta jajaran OPD terkait. (RF/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!