Ternate, Maluku Utara– Tumpukan sampah persis di jalan utama menuju salah satu spot wisata di Kota Ternate yakni Danau Ngade kian hari tambah banyak.
Sampah yang berserakan ini diduga buangan dari limbah rumah tangga berupa plastik, sisa-sisa makanan hingga popok bayi yang dibungkus dalam kantong plastik. Ironisnya, gundukan sampah itu sudah berbau busuk.
Aroma dari sampah yang berserakan ini dikeluhkan para pengendara motor yang melintasi area setempat. “Terpaksa harus menutup hidung atau pakai masker agar menghindar dari penyakit, karena bau sampah sangat menyengat,” keluh Rizaldi, salah seorang pengendara sepeda motor ketika ditanyai wartawan, Minggu (21/1/2023).
Sama halnya dengan pengendara motor tersebut, salah seorang pejalan kaki yang biasa melintasi area tersebut mengaku sangat terganggu dengan bau busuk dari sampah yang berhamburan itu.
“Saya biasa lewat jalan ini, biasa pagi dan sore hari, tapi sampah ini sangat menggangu bukan hanya saya tapi juga orang lain,” keluh Alimin.
Baik Alimin maupun Rizaldi berharap, sampah yang berhamburan di pinggir jalan menuju spot wisata Dana Ngade itu segera diangkut oleh petugas. Dan paling tidak, lokasi tersebut harus ada tanda larangan sehingga warga tidak seenaknya membuang sampah di lokasi tersebut.
“Harus ada penanda, bahwa sepanjang jalan ini tidak boleh membuang sampah sembarangan. Bila perlu ada sanksinya sehingga warga tidak sembarangan membuang sampah di lokasi itu,” tambah Alimin.
Sementara itu, Haya, seorang petugas kebersihan mengaku kondisi tersebut terjadi sudah cukup lama.
“Kondisi seperti ini sudah dilakukan oleh warga sejak lama, sampah yang sering di buang itu seperti bekas popok bayi, plastik, kulit pisang, kayu bekas kayu sisa-sisa bangunan yang dibongkar pun sering di buang ke sini,” ungkap Haya.
Akibat sampah yang berhamburan ini, Haya mengaku sering mengalami muntah ketika sedang melakukan pembersihan di area tersebut.
“Saya pernah muntah ketika menyapu di pagi hari karena bau yang saya hirup itu sangat tidak enak, setelah dicek ternyata usus dari hewan ternak,” kisahnya.
Meski begitu, Haya mengaku tak tahu sampah yang dibuang itu berasal dari warga kelurahan mana. Ia hanya menyebutkan bahwa biasanya sampah-sampah tersebut di buang pada malam hari atau kondisi jalan dalam keadaan sepi.
“Saya tidak tahu siapa yang membuang sampah disini karena saya belum pernah melihat, sepertinya itu dilakukan di malam hari atau waktu jalan mulai sepi dan kendaraan kurang melewati jalan ini,” ungkapnya. (DR-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!