Sanana, Maluku Utara- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Waikalopa, Kecamatan Sanana Utara Kepulauan Sula, sudah tak mampu lagi menampung sampah. Tumpukan sampah menggunung di sisi jalan. Bau busuk menyengat tercium oleh setiap oarng yang melintasi jalan itu.
Seperti dikeluhkan Andi, warga Desa Fukweu yang ditemui Haliyora, Sabtu (19/03/2022).
Kata Andi, bau busuk sangat menyengat ketika melewati jalan di lokasi TPA sampah. “Kalau lewat jalan di lokasi TPA sampah itu bau sekali. Sampah menumpuk dimana-mana hingga di sisi jalan,” ujarnya.
Hal yang sama dikeluhkan Karman, juga warga Desa Fukweu. Karman malah mengaku sampah menumpuk sampai ke bahu jalan.
Baik Andi maupun Karman berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sula melakukan upaya untuk mengatasi sampah di TPA tersebut. “Kami harap DLH melakukan upaya mengatasi tumpukan sampah yang seperti lautan di TPA itu, karena tumpukan sampah sudah terlihat sampai ke bahu jalan,” imbuh Karman diamini Andi.
Lanjut Karman, jika DLH tidak segera menangani sampah tersebut, maka warga Desa Fukweu akan memblokir jalur (jalan) menuju TPA. “Desa Fukweu ini kan sangat dekat dengan TPA. Tiap saat kita cium bau busuk. Warga Desa Fukweu setiap hari lewat jalan di lokasi TPA itu. Ini sangat mengganggu, jadi kalau DLH tidak segera menangani sampah-sampah itu maka kami akan blokir jalan dan seluruh aktifitas di TPA,” ancamnya.
Terpisah, Kepala Dinas LHKP Sula Ridwan Buamona saat dikonfirmasi Haliyora.id, Minggu, (20/2/2022), membenarkan sampah di TPA Waikalopa menumpuk. Ridwan meminta maaf kepada masyarakat pengguna jalan Waikalopa atas ketidaknyamanan warga karena bau sampah.
“Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula pengguna ruas jalan Waikalopa, kami Dinas Lingkungan Hidup memohon maaf sebesar-besarnya atas penumpukan sampah dan bau tidak sedap di lokasi TPA. Hal itu bukan disengaja, tetapi karena ACU dari exavator dan doser kami dicuri orang sehingga alat tersebut tidak dapat difungsikan,” dalihnya.
Ridwan mengaku saat ini pihaknya telah memesan alat yang hilang agar secepatnya mengoperasikan alat berat untuk menangani sampah.
“Kami sudah memesan ACU ke Manado karena alat tersebut tidak dijual di Sanana. Mudah-mudahan sehari dua alat itu tiba di Sanana sehingga masalah sampah di TPA cepat diatasi,” pungkasnya. (Sarif-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!