Daruba, Maluku Utara — Kabupaten Pulau Morotai, merupakan wilayah kepulauan yang memiliki kekayaan wisata alam dan potensi kelautan yang besar. Selain destinasi unggulan seperti Pulau Dodola dan situs sejarah Perang Dunia II, Morotai juga dikenal memiliki sumber daya perikanan yang melimpah.
Daerah yang dikelilingi 33 pulau ini menyimpan potensi besar hasil laut, mulai dari ikan tuna, kerapu, hingga lobster. Bahkan, Pulau Morotai tercatat sebagai salah satu wilayah penghasil lobster di Maluku Utara. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, diperlukan pengembangan budidaya lobster yang berkelanjutan dengan melibatkan tenaga ahli dan pembudidaya lokal.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai, Muksin Soleman, mengatakan bahwa selain sektor pariwisata, Morotai memiliki peluang besar di sektor perikanan dan kelautan, khususnya lobster. “Ke depan, potensi lobster ini perlu dibudidayakan agar dapat menjadi komoditas ekspor ke luar daerah serta memenuhi kebutuhan restoran dan kuliner lokal di Morotai,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).
Menurutnya, pengaturan pasar lobster akan berdampak langsung pada tingginya kebutuhan restoran dan rumah makan, terutama di wilayah ini. Maka penting kolaborasi lintas instansi dalam mengembangkan seluruh potensi daerah.
“Bayangkan jika lobster menjadi menu utama di restoran dan kuliner Morotai. Ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara maupun domestik,” katanya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!