Ia membandingkan kondisi tersebut dengan periode sebelumnya, di mana laporan realisasi PAD rutin disampaikan setiap pekan. “Kalau dulu, setiap minggu selalu ada update data realisasi PAD yang saya terima,” katanya.
Menurut Nasri, terhentinya penyampaian data tersebut terjadi sejak adanya pergantian pimpinan di BP2RD Kota Ternate. Sejak saat itu, laporan terbaru realisasi PAD tidak lagi disampaikan kepadanya. “Sejak pergantian Kepala BP2RD, data terbaru tidak lagi saya dapatkan,” tegasnya.
Nasri menilai kondisi ini berpotensi menghambat fungsi koordinasi dan pengawasan terhadap OPD penghasil pendapatan daerah. Ia berharap ke depan terdapat kembali keterbukaan informasi dan penyampaian data secara rutin agar evaluasi serta pengambilan kebijakan terkait PAD dapat berjalan optimal. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!