Meski jumlah pelanggan bertambah, Abdullah mengakui cakupan layanan Perumda Ake Gale belum menjangkau seluruh masyarakat. “Cakupan pelayanan air minum kita baru sekitar 60 persen, belum mencapai 100 persen,” ujarnya.
Ia menilai rendahnya cakupan layanan disebabkan masih banyak warga yang memilih menggunakan sumber air pribadi. “Sebagian masyarakat masih memakai sumur, baik sumur bor maupun sumur gali,” katanya.
Perumda Ake Gale, lanjut Abdullah, terus melakukan sosialisasi penggunaan air perpipaan dan meningkatkan kepercayaan publik melalui standar kualitas air. “Kesadaran masyarakat juga dipengaruhi faktor higienis. Jika mereka menilai air PDAM lebih higienis, kemungkinan mereka beralih. Kami sendiri rutin melakukan uji laboratorium untuk memastikan kualitas air,” pungkasnya. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!