Sofifi, Maluku Utara – Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pertanian (Distan) mulai mematangkan arah kebijakan pembangunan pertanian untuk tahun 2026. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Pembangunan Pertanian yang digelar di Sofifi, yang memfokuskan tiga pilar utama: ketahanan pangan, hilirisasi komoditas strategis, serta penguatan data sebagai dasar perencanaan.
Kepala Dinas Pertanian Maluku Utara, Anwar Husen, menuturkan bahwa sektor pertanian memiliki peran ganda, bukan hanya sebagai penyedia pangan, tetapi juga sebagai penopang ekonomi, penyerap tenaga kerja, hingga berkontribusi pada penyelesaian persoalan sosial dan lingkungan.
“Intervensi pemerintah diarahkan untuk memperkuat kapasitas petani dan memastikan produksi meningkat, sejalan dengan kebutuhan pangan dan hilirisasi perkebunan,” ujar Anwar dalam Rakortek, Jumat (5/12/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam forum tersebut dipaparkan sejumlah program strategis yang direncanakan masuk dalam tahun anggaran 2026, antara lain, Cetak sawah baru seluas 3.000 hektar, Pengembangan kelapa hingga 20.000 hektar sebagai bagian dari hilirisasi komoditas kelapa, Penguatan program ayam petelur dan pedaging untuk meningkatkan ketersediaan protein lokal
Pengembangan infrastruktur pertanian, termasuk jaringan air, jalan tani, serta sarana pendukung lainnya. Perluasan pengembangan komoditas unggulan seperti padi sawah, padi gogo, hortikultura, kakao, dan pala.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









