Sofifi, Maluku Utara – Penyerapan anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara hingga akhir November 2025 tercatat baru mencapai 65 persen. Terkait dengan itu, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, tetap optimis kinerja Pemprov bakal sesuai terget. Ia menyebut angka tersebut masih perlu digenjot. Sebab, kondisi lapangan menunjukkan progres pekerjaan kegiatan di OPD melampaui progres pencairan anggaran.
Ia memaparkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menjadi salah satu OPD dengan serapan tinggi mencapai 80–90 persen, meski pencairan pembangunan 61 sekolah baru terealisasi sekitar 50 persen karena laporan progres kontraktor belum rampung.
“Pencairan tertahan karena beberapa kontraktor belum memasukkan laporan progres pekerjaan, sehingga dinas belum bisa melakukan pencairan. Ini menjadi catatan penting,” ujar Sherly, Rabu (27/11/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemudian Dinas Pertanian, Sherly menyebut realisasi anggaran Dinas Pertanian mencapai 70 persen. Tahun ini, pembangunan jalan tani ditargetkan sepanjang 40 kilometer, dengan biaya sekitar Rp 250 juta per kilometer akibat tingginya harga sirtu. Ia menegaskan seluruh proyek harus rampung paling lambat pertengahan Desember 2025.
Selain itu, Dinas Pariwisata mencatat progres pencairan 80 persen, sedangkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) mencapai 90 persen.
Meski beberapa OPD telah menunjukkan progres baik, Gubernur Sherly menyampaikan bahwa secara keseluruhan realisasi belanja Pemprov Maluku Utara baru mencapai 65 persen, berdasarkan laporan dua minggu terakhir. Sementara itu, penerimaan daerah tahun 2025 telah memenuhi target 100 persen. “Ini menjadi PR bagi kita semua agar segera menyelesaikan sisa 35 persen belanja sebelum akhir tahun,” tutup Sherly.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









