Hingga kini, kata Rifky, pekerjaan baru menyentuh Desa Seki dan Soakonora, sementara desa lainnya belum mendapatkan porsi pekerjaan yang dijanjikan.
Untuk wilayah Galela Selatan, Halmahera Utara, volume pekerjaan yang seharusnya dikerjakan meliputi Desa Seki sepanjang 2 km, kemudian Togawa Besi 2 km
Togawa 2 km (baru terealisasi 1 km). Sedangkan di Desa Soakonora sepanjang 1 km, Igobula 1 km, dan Ori 1 km.
Selain itu, ia juga menyoroti tidak adanya papan proyek di lokasi pekerjaan sehingga masyarakat tidak mengetahui besaran anggaran maupun volume resmi proyek tersebut. Menurut Rifky, hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa proyek tidak berjalan transparan.
Rifky menegaskan bahwa pemalangan alat berat akan terus dilakukan hingga pihak pelaksana kembali mengerjakan jalan tani di Togawa Besi sesuai porsi yang telah dijanjikan.
“Kami hanya ingin pekerjaan dilanjutkan sesuai kesepakatan. Jika tidak, alat berat tidak kami izinkan keluar,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pertanian Maluku Utara belum memberikan tanggapan terkait aksi pemalangan tersebut. (RR/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!