Selain itu, penggunaan telepon genggam saat berkendara, balap liar dan pelanggaran batas kecepatan, dan pengendara yang berada di bawah pengaruh alkohol maupun narkoba.
Dedi menekankan agar seluruh personel di lapangan menjalankan tugas secara profesional sesuai standar operasional prosedur (SOP). Ia juga menekankan pentingnya pendekatan humanis, transformasi digital, dialog, dan edukasi tanpa paksaan untuk menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas.
“Polantas bukan hanya penjaga aturan lalu lintas, tetapi juga penjaga denyut nadi kehidupan di jalan raya, memastikan setiap perjalanan masyarakat berlangsung aman dan selamat,” tutupnya.
Diketahui, Operasi Zebra Kie Raha 2025 berlangsung serentak selama 14 hari, dari 17 hingga 30 November, sebagai langkah cipta kondisi menjelang akhir tahun dan Operasi Lilin 2025. (RF/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!