Subsidi BBM Dirampok, Mahasiswa Geruduk Kantor Bupati Morotai : Singgung Visi Misi Rusli-Rio

Selain persoalan BBM, mahasiswa juga menyoroti masalah pendidikan di Desa Tutuhu dan Pilowo. Kedua desa tersebut dinilai kekurangan tenaga pendidik di SD Negeri 26 Pulau Morotai, serta minim fasilitas transportasi bagi siswa SMA.

“Siswa di desa-desa itu sering kesulitan karena kurang guru dan tidak ada transportasi yang memadai,” tambah Rian.

Ia menilai, kondisi tersebut bertentangan dengan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2023 tentang Standar Pendidikan Dasar dan Menengah.

BACA JUGA  Koalisi Save Sagea Boikot Dua Perusahaan Tambang di Halmahera Tengah

Dalam aksinya, Samurai Unipas Morotai menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Daerah, di antaranya:

  1. Menertibkan penyaluran BBM bersubsidi sesuai SK Bupati.
  2. Menindak tegas mafia BBM.
  3. Bupati segera mengevaluasi dan mencopot Kadis Perindagkop.
  4. Memeriksa 18 supplier dan pengecer BBM bersubsidi.
  5. Menyediakan transportasi bagi siswa di Desa Tutuhu dan Pilowo.
  6. Memperbaiki infrastruktur sekolah di Desa Tutuhu.
  7. Menyelesaikan pembangunan tambatan perahu di Desa Usbar Pantai.
  8. Mengadakan buku berkualitas di perpustakaan daerah.
  9. Membangun perpustakaan di setiap desa.
  10. Membuat jalan alternatif untuk bongkar muat BBM di Desa Waringin.
  11. Menyelesaikan pembangunan jalan tani di 88 desa.
BACA JUGA  Alfamidi Ternate Salurkan Donasi Konsumen

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa juga membentangkan spanduk bertuliskan “BBM subsidi dirampok, visi misi Bupati omong kosong.”

Aksi yang berlangsung di depan Kantor Bupati Pulau Morotai itu dijaga ketat oleh puluhan personel Polres Pulau Morotai dan Satpol PP. Meski dijaga ketat, aksi berlangsung damai hingga selesai. (RF/Red2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah