Aswin menambahkan, dari semua bencana yang tercatat, sebanyak 92 kejadian berdampak signifikan bagi masyarakat, baik secara sosial maupun ekonomi. Total jumlah korban yang terdampak mencapai 5.324 kepala keluarga, yang setara dengan 18.761 jiwa.
“Dampak sosial dan ekonomi cukup terasa, terutama di wilayah pesisir dan daerah rawan banjir. Kami terus melakukan langkah-langkah mitigasi dan penanganan darurat. Ini merupakan bagian dari upaya penguatan ketahanan masyarakat terhadap ancaman bencana (community resilience),” ungkapnya.
Dalam upaya penanganan, BPBD Halsel telah melaksanakan berbagai langkah strategis, mulai dari pemberian bantuan logistik kebutuhan dasar bagi warga terdampak, pelaksanaan pekerjaan fisik penanganan darurat, hingga bantuan perbaikan rumah bagi korban bencana.
“Kami berkomitmen agar setiap respon bencana tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga adaptif terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Kami juga terus melakukan pemantauan kondisi cuaca melalui koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta mengintensifkan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat di wilayah rawan,” pungkasnya. (RMI/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!