Sementara itu, data dari Unit Layanan Pengadaan (ULP) menunjukkan bahwa proyek yang digarap oleh CV. Bangun Pratama telah rampung proses tendernya pada 5 Agustus 2025. Namun lebih dari dua bulan sejak tender selesai, progres fisik di lapangan dinilai belum menunjukkan perkembangan berarti.
“Kalau tidak salah, proyek ini baru mulai dikerjakan sekitar dua atau tiga minggu lalu,” ujar seorang warga Desa Yayasan yang enggan disebutkan namanya, Jumat (17/10/2025).
Ia juga menyebut, sempat ada aktivitas pembuangan batu beberapa hari lalu di lokasi proyek. Namun, menurutnya, pekerjaan kemudian kembali terhenti tanpa kejelasan.
“Tiga hari lalu mereka sempat buang batu di lokasi ini. Tapi setelah itu tidak ada lagi aktivitas. Entah apa kendalanya, kontraktor seperti kerja setengah hati. Kalau begini terus, kapan mau selesai?” katanya.
Selain mempertanyakan progres proyek, warga juga mengkritisi perencanaan teknis pembangunan talud yang dinilai tidak memberikan perlindungan maksimal terhadap permukiman.
“Kalau tinggi talud yang baru sama saja dengan yang lama, percuma. Saat pasang tinggi, air laut tetap masuk sampai ke rumah. Makanya talud ini harus dibangun lebih tinggi agar benar-benar bisa menahan gelombang,” tambahnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!