“Kami juga terus berusaha mendapatkan dukungan dari Kementerian Perumahan untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSTS) yang diharapkan dapat mencakup 10 ribu rumah di Maluku Utara,” jelasnya.
Berdasarkan data, terdapat sekitar 55 ribu rumah yang masih tidak layak huni di wilayah tersebut, sehingga upaya ini sangat diperlukan. Selain itu, Gubernur menekankan pentingnya konektivitas antar wilayah demi mendorong perputaran ekonomi. “PUPR sudah memasukkan semua data, dan kami membutuhkan dana sekitar Rp 8 triliun di luar Kabupaten Pulau Taliabu,” tambahnya.
Dalam pertemuan bersama Bupati Taliabu Sashabila Mus dan Anggota DPR RI Irine Yusiana Roba Puti, ketiganya telah berkoordinasi dengan Menteri PUPR terkait usulan pembangunan jalan lingkar Taliabu yang diperkirakan memerlukan anggaran sebesar Rp 2 triliun. Secara keseluruhan, total anggaran untuk infrastruktur di Maluku Utara diperkirakan sekitar Rp 10 triliun.
“Jika kita berharap pada APBD, tidak mungkin rampung dalam lima tahun. Dengan ICD yang ada, dari usulan Rp 1 triliun, yang turun hanya Rp 100 miliar. Tanpa konektivitas, pemerataan ekonomi tidak akan tercapai, dan biaya logistik tidak akan bisa diturunkan,” tegasnya.
Untuk penganggaran APBD induk 2026, pemerintah akan menyediakan sekitar Rp 700 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan. Selain infrastruktur, Pemprov juga akan meningkatkan ketahanan sosial dan ekonomi melalui perlindungan bagi perempuan dan anak serta dukungan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program perlindungan BPJS tenaga kerja juga akan diperluas untuk membantu nelayan dan petani yang mengalami kecelakaan, termasuk pendidikan gratis bagi anak-anak mereka hingga perguruan tinggi.
Gubernur juga menyampaikan bahwa bantuan untuk pernikahan, pemulangan jenazah, dan fasilitas kesehatan bagi masyarakat yang merasa perlu akan disediakan. Kerjasama dengan berbagai dinas dan lembaga juga akan dilakukan untuk memastikan komunitas bisa mendapatkan sertifikat tanah secara gratis serta pemasangan listrik tanpa biaya.
“Dalam perjalanan ini, kolaborasi menjadi kunci kesuksesan. Saya berharap mimpi besar masyarakat Maluku Utara untuk menjadi provinsi yang maju dan berdaya saing bisa terwujud. Mari kita jaga Maluku Utara agar tetap harmonis antar umat beragama,” imbuhnya.
Mengakhiri pidatonya, Gubernur Sherly memberi penghormatan kepada para tokoh pemekaran dan pendiri Provinsi Maluku Utara. “Tanpa komitmen dan perjuangan para tokoh adat dan masyarakat, kita tidak akan sampai ke titik ini,” katanya.
Dengan semangat membangun dengan hati, Gubernur mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi demi masa depan Maluku Utara yang lebih baik, merujuk pada tema HUT Pemprov yaitu Membangun Maluku Utara dengan Hati dan Kolaborasi. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!