Jenderal Putranto juga mendorong peserta untuk mensosialisasikan dan mengaplikasikan hasil pelatihan PSM di satuannya masing-masing, sehingga seluruh prajurit Kodam XV/Pattimura memiliki kemampuan beladiri PSM yang seragam.
Sementara Nirwan MT. Ali, Ketua Umum IPSI Maluku Utara, menegaskan pentingnya program bela diri militer yang menggabungkan teknik pencak silat tradisional dengan aspek militer. Menurutnya, Pencak Silat merupakan warisan leluhur yang harus dilestarikan, dan keterlibatan militer dalam olahraga ini sangatlah penting. “Kami dari IPSI menyambut baik kolaborasi ini untuk merealisasikan program tersebut,” katanya.
Dia menambahkan, sejarah membuktikan bahwa Pencak Silat dan Militer tidak dapat dipisahkan dalam tubuh TNI, dimana keduanya berkontribusi dalam perjuangan bangsa untuk kemerdekaan. Diharapkan, Program PSM dapat meningkatkan prestasi pencak silat di kalangan militer serta berkontribusi positif terhadap pengembangan sumber daya manusia di Maluku Utara.
Sebagai bukti komitmen IPSI Maluku Utara, organisasi ini secara resmi mengeluarkan SK pengukuhan kepada Pencak Silat Militer (PSM) di seluruh Kodim dibawah Korem 152 Babullah. Dengan langkah ini, diharapkan PSM dapat memperkuat pengembangan pencak silat di Bumi Moloku Kie Raha, serta memberikan dampak positif bagi generasi muda Maluku Utara. (*RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!