Dinas PUPR Malut Fokus Bangun Akses Penghubung Antar Wilayah

Sofifi, Maluku Utara – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara  mengambil langkah strategis dengan fokus menggenjot pembangunan jalan dan jembatan, khususnya yang menghubungkan sentra-sentra produksi.

Kabupaten Halmahera Barat dan Kabupaten Halmahera Utara menjadi fokus utama demi mempermudah warga di wilayah tersebut menjalankan aktivitas ekonomi.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Malut, Mohamad Rizal Usman, mengatakan prioritas pembangunan ini sejalan dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur, terutama menyangkut konektivitas melalui jalan, jembatan, dan pelabuhan.

“Akses jalan di Halmahera Utara, khususnya di wilayah Galela yang dikenal sebagai sentra produksi padi dan komoditas perkebunan, saat ini membuat petani kesulitan menjual hasil panen ke Halbar. Mereka harus putar jauh melewati persimpangan Dodinga,” ujarnya, Senin, 15 September 2025.

BACA JUGA  Kantor Desa Wainib Sula Kembali Aktif

Menurut Rizal, Dinas PUPR Malut secara konkret mengalokasikan anggaran signifikan pada tiga ruas jalan prioritas yang krusial bagi konektivitas yakni:

Pertama adalah ruas Kao-Togoreba (Tabaru, Halbar) yang mana pembangunan ruas ini menjadi kunci utama yang digenjot agar perekonomian dapat berjalan lancar. Dengan terhubungnya Kao dan Togoreba, waktu tempuh dan biaya distribusi hasil panen dari Halmahera Utara ke Halmahera Barat akan terpangkas drastis.

Kedua adalah jalan penghubung Ibu – Kedi (Loloda). Ruas jalan ini dikerjakan dengan alokasi anggaran sekitar Rp17 miliar. Proyek ini vital untuk mempermudah akses keluar masuk masyarakat di Kecamatan Ibu menuju Desa Kedi di Kecamatan Loloda.

BACA JUGA  Abjan Sofyan Kerap Ikut Rapat Pemprov Malut, Ini Kata Gubernur Sherly

Ketiga, ruas Kedi – Galela. Ruas lanjutan dari Kedi menuju Galela telah masuk dalam pergeseran anggaran tahap kelima dengan nilai mencapai lebih dari Rp30 miliar.

“Jika di total, alokasi anggaran untuk proyek-proyek konektivitas strategis ini mencapai lebih dari Rp47 miliar (tidak termasuk anggaran spesifik untuk ruas Kao-Togoreba). Angka ini diprioritaskan untuk membangun akses infrastruktur yang diharapkan mampu menopang pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, ” pungkasnya. (Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah