Komisi III Sebut Proyek Swakelola Kediaman Gubernur Malut Asal Bunyi

Lebih lanjut, politisi dari Partai Hanura ini menegaskan bahwa proyek swakelola yang dilaksanakan oleh Dinas PUPR tidak seharusnya dianggap sebagai pekerjaan ringan. Ia menuntut agar Kepala Dinas PUPR dievaluasi dan bertanggung jawab atas pekerjaan proyek ini.

Kata dia, dalam melaksanakan swakelola, Dinas PUPR perlu mempertimbangkan sumber daya yang dimiliki serta menyadari bahwa pengadaan material dan berbagai aspek lain dalam swakelola membutuhkan waktu yang lebih panjang.

BACA JUGA  Minggu Depan, Sidang Putusan PHP Pilkada Ternate, Halut Belum Terjadwal

“Pertanggungjawaban penuh ada di tangan instansi yang melaksanakan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan. Oleh karena itu, kesimpulannya adalah Dinas PUPR terkesan memaksakan proyek ini tanpa adanya persiapan yang matang,” tutup Iswanto.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah