Sarifudin menuturkan, kedatangannya ke Sofifi adalah untuk meminta penjelasan terkait bantuan kaki palsu yang dijanjikan oleh Kadinsos.
“Saya mendengar langsung ketika ajudan menelepon Kadinsos dan dia mengatakan akan menanggung biaya kaki palsu. Jadi, saya datang kesini untuk meminta penjelasan,” jelasnya.
Ia juga merasa kecewa karena sebelumnya pernah datang ke kantor Dinsos namun tidak dilayani. “Ketika saya bertemu dengan Gubernur, saya akan mengungkapkan bahwa mereka hanya mau melayani jika jumlah dana yang diminta mencapai Rp 100 juta. Jika hanya Rp 20 juta, mereka tidak akan melayani,” ungkap Sarifudin.
Sarifudin menambahkan bahwa sebenarnya ia sudah memesan kaki palsu melalui keponakannya di Jakarta seharga Rp 5 juta. Rencananya ia akan membayar uang muka sebesar Rp 2 juta. Namun, karena Dinsos berjanji akan memberikan kaki palsu, ia membatalkan pesanan tersebut.
“Hingga saat ini saya masih menunggu kepastian, dan saya sangat sedih. Tanpa uang, saya terpaksa tinggal di Mesjid Raya di Sofifi,” tutupnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!