Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Maluku Utara, Zen Kasim, yang dikonfirmasi mengatakan bahwa bantuan kaki palsu untuk Sarifudin memang ada, namun kendala yang dihadapi adalah proses pemesanan yang harus dilakukan minimal lima hingga sepuluh unit sekaligus. “Jika hanya satu, kami tidak bisa memprosesnya. Pak Sarifudin termasuk dalam prioritas kami,” ujar Zen.
Zen menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan upaya untuk membantu Sarifudin, termasuk memasukkannya ke panti sosial di Ternate, tetapi Sarifudin memilih untuk keluar.
“Saya sudah memerintahkan Kabid untuk mengantar Sarifudin ke Ternate, namun dia memilih tinggal di masjid. Jika dia bilang tidak dilayani, itu tidak benar,” bantah Zen. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!