Pemerintahan tersebut kembali mengalokasikan anggaran pada tahun 2018 senilai Rp 29,895 miliar lebih dan dikerjakan oleh PT. Bangun Utama Mandiri Nusa, perusahan milik Lenny.
Kemudian pada 2019, kembali dianggarkan senilai Rp 9,984 miliar yang dikerjakan oleh tekanan CV. Minanga Tiga Satu. Di akhir periode Bahrain, dialokasikan lagi Rp 11 miliar lebih.
Pembangunan kemudian sempat dihentikan oleh mendiang Bupati Usman dan Bassam lantaran diduga ada praktik korupsi.
Dari deretan penganggaran itu maka total dana proyek ini dari kurun waktu 2016 hingga 2019, Pemda Halsel mengalokasikan anggaran total sebesar Rp 109.848.957.173. (Riv/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!