Gubernur Sherly Tegaskan OPD yang ‘Bermasalah’ Bakal Out di Bulan Ini

Sofifi, Maluku Utara – Kebijakan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, untuk segera melakukan perombakan kabinet tak bisa ditawar lagi. Ia menegaskan akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara, terutama mereka yang tidak mampu memberikan pertanggungjawaban atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Penegasan itu disampaikan Gubernur Sherly saat diwawancarai usai memimpin rapat di Rumah Dinas Gubernur di Kota Ternate, bersama Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) perwakilan Maluku Utara, Rabu (6/8/2025).

BACA JUGA  Dilantik Sebagai Kepala BNNK Morotai, Jainudin Siap Berantas Narkoba

Sherly mengungkapkan, ada tiga permasalahan utama dalam hasil temuan BPK yang menjadi perhatian serius. Antara lain soal keuangan yang belum dapat dipertanggungjawabkan, pencatatan aset yang tidak tertib, serta kelengkapan dokumen yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi sejumlah OPD.

“Permasalahan pertama soal uang yang belum jelas pertanggungjawabannya. Lalu soal aset, banyak aset pemerintah yang tidak tercatat dengan baik. Dan terakhir, masih banyak dokumen yang belum dilengkapi,” sebutnya.

BACA JUGA  Oknum Kades di Morotai Diduga Tilep Gaji Aparat Desa untuk Hadapi Sengketa Pilkades

Ia mengaku sudah memberikan tenggat waktu kepada para kepala OPD sejak beberapa bulan lalu agar segera menindaklanjuti temuan tersebut. Namun, hingga kini belum ada langkah konkret yang ditunjukkan oleh sebagian besar OPD yang bersangkutan.

“Sejak Maret saya sudah minta tolong, tapi sampai sekarang belum juga ditindaklanjuti. Jadi, saya akan ambil langkah tegas,” ujarnya.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah