Kadis DKP Malut Beberkan Alasan Pembentukan Tim Investigasi Teluk Weda Terkesan Lamban

Upaya pembentukan tim investigasi ini muncul setelah adanya desakan kuat dari DPRD serta masyarakat, termasuk akademisi dan LSM yang menyuarakan kepedulian terhadap kondisi pencemaran di wilayah tersebut. Dalam pernyataan di media massa sebelumnya pada 16 Juni 2025, Gubernur Sherly Tjoanda juga memberikan respon positif terhadap kebutuhan akan tim independen ini.

BACA JUGA  Punya Kontribusi Sumbang PAD Malut, Jalan Rusak Menuju Cold Storage di Halsel jadi Ancaman Serius

Fauji mengakui bahwa lambatnya respons dari DKP disebabkan oleh banyaknya pekerjaan yang harus ditangani selama menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) DKP. “Kemarin ini masih banyak pekerjaan, jadi belum sempat respon,” katanya singkat.

Komitmen DKP untuk segera berkoordinasi dengan DLH sangat diperlukan, terutama mengingat temuan ikan yang terpapar merkuri yang sudah dikonsumsi oleh masyarakat. Kasus biomagnifikasi merkuri ini menjadi perhatian serius, karena dampaknya dapat berbahaya bagi kesehatan manusia.

BACA JUGA  Bantah Kesaksian Kadis ESDM Malut Soal WIUP, Muhaimin Syarif : Pak Suryanto Jangan Pura-pura Lupa

“Saya berharap semua bisa segera terlaksana dalam waktu dekat,” tutupnya, menegaskan keseriusan DKP dalam menangani masalah pencemaran di Teluk Weda. (RFJ/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah