Dalam Musrenbangtan nanti, pemerintah juga akan membahas sinkronisasi program dari APBD provinsi, kabupaten/kota, hingga usulan ke pemerintah pusat melalui APBN.
“Kita akan memverifikasi semua usulan dari kabupaten/kota agar perencanaan tahun 2026 benar-benar matang dan berdaya guna,” kata Anwar.
Bersamaan dengan Musrenbang, PEDA KTNA akan digelar sebagai ajang pemilihan petani berprestasi yang akan mewakili Maluku Utara ke Berdas Nasional (BENAS) tahun 2026 di Gorontalo.
“PEDA ini jadi sarana memilih petani terbaik yang akan kami kirim ke BENAS. Kegiatan akan dibuka oleh Gubernur Sherly Tjoanda di Aula Nuku, Sofifi,” terang Anwar.
Selain itu, akan ada pameran hasil pertanian dari 10 kabupaten/kota serta kontes ternak yang melibatkan masyarakat sekitar. Uniknya, seluruh peserta akan menginap di homestay milik warga Desa Ampera, sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal. “Kami sengaja tidak memilih hotel agar para petani dari berbagai daerah bisa saling bertukar informasi langsung di lingkungan masyarakat,” imbuhnya.
PEDA ini juga akan diisi dengan dialog interaktif bersama Gubernur dan kegiatan edukatif lainnya untuk memperkuat posisi pertanian sebagai sektor unggulan Maluku Utara di masa depan. (*RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!