Strategi mega proyek yang menelan anggaran puluhan miliar ini justru menunjukkan hasil yang mengecewakan dengan konstruksi yang buruk dan tampak terburu-buru. Beberapa bagian bangunan seperti plafon gypsum terlihat terbuka lebar, bahkan ada yang ambruk, menyisakan rangka baja ringan. Di sisi lain, beberapa dinding juga tampak retak, meninggalkan celah beberapa sentimeter.
Lebih memprihatinkan, keramik yang pecah akibat penurunan timbunan tanah, menunjukkan pengerjaan yang tergesa-gesa serta kurangnya pengawasan yang maksimal. Keadaan ini tentunya menimbulkan risiko bahaya bagi para siswa.
Sekolah ala Rusia di Halmahera Selatan mulai dibangun pada tahun 2022 oleh CV Bima Sakti dengan nomor kontrak 162/KTRK-tender/DAU/DIK-Halsel/2022. Proyek ini memiliki durasi kerja selama 150 hari kalender dengan anggaran fantastis sebesar Rp 6.302.862.207, bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). Meskipun ditargetkan rampung pada tahun 2023, proyek ini sering menghadapi masalah yang berakhir pada pemutusan kontrak.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!