Menurutnya, meski pertumbuhan ekonomi begitu tinggi akan tetapi tidak inline dalam menyumbang penurunan angka kemiskinan yang ada secara signifikan.
“Walaupun pertumbuhan kita besar namun sangat disayangkan tidak terlalu menekan angka kemiskinan, pada periode survei tahun 2023 angka kemiskinan 5,68 sementara 2024 turun menjadi 5,63 turunya tidak terlalu besar,” sebutnya.
Ia lantas meminta ke pemerintah daerah agar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tidak selalu dilihat dari sektor usaha akan tetapi lebih pada penekanan konsumsi rumah tangga. “Kemarin waktu Musrenbang RPJMD saya sudah sampaikan ke pemerintah daerah bahwa PDRB jangan hanya dilihat dari lapangan usaha tapi pada penggunaanya, karena dari situ kita bisa lihat konsumsi rumah tangga dari nilai ekspor,” tutupnya. (RAF/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!