Menurutnya, sebagian besar kasus berasal dari para pekerja yang berasal dari wilayah lingkar tambang, sehingga perlu penanganan khusus dari pemerintah. Ia juga mendorong Dinas Kesehatan untuk menginventarisasi dan memastikan upaya pengobatan serta pencegahan berjalan efektif.
“Pemerintah harus lebih intensif dalam monitoring dan edukasi, agar masyarakat memahami bahaya HIV/AIDS secara menyeluruh,” tegasnya.
Selain itu, Syaiful juga menyoroti keberadaan tempat-tempat prostitusi di Kota Ternate. Ia menegaskan bahwa penanganan fenomena ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, melainkan juga membutuhkan keterlibatan instansi lain, seperti Satpol Pamong Praja.
“Ternate ini kota berlandaskan adat kesultanan. Norma agama dan adat istiadat harus dijaga. Tidak sepantasnya tempat-tempat prostitusi dibiarkan, apalagi sampai dilegalkan,” tandasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!