Haliyora.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto belum merestui skema pendanaan Koperasi Merah Putih (KMP) yang diajukan Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi. Sebagai informasi, skema biaya modal pembentukan 80.000 KMP akan berasal dari pinjaman bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dengan plafon senilai Rp 3 miliar.
Pinjaman bernilai jumbo itu nantinya akan dicicil menggunakan dana desa. Menkop Budi Arie menuturkan bahwa dirinya akan menggelar rapat bersama Presiden Prabowo untuk membahas skema pembiayaan untuk menjalankan bisnis di KMP. Adapun KMP akan menjalankan pengelolaan pada outlet atau gerai sembako, outlet gerai obat murah, apotik desa, outlet kantor koperasi, outlet usaha pinjam koperasi, outlet klinik desa, cold storage, serta distribusi logistik.
“Ini (pendanaan untuk 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) termasuk rapatnya (di Hambalang) juga membahas soal skema pembiayaan,” kata Budi Arie dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, disadur dari Bisnis, Senin (23/6/2025).
Budi Arie mengklaim hingga saat ini telah terdapat 80.133 KopDes Merah Putih. Namun, baru sekitar 61.000 KMP yang sudah mengantongi Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum atau hampir 77 persen.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!