Tepati Janji Kampanye, Rusli-Rio Aktifkan Kembali Tiga Sekolah Dasar di Morotai

Komitmen Pemkab Pulau Morotai

Pemerintah daerah kabupaten, melalui Dinas Pendidikan Pulau Morotai, memutuskan untuk mengaktifkan kembali layanan pendidikan dasar di desa-desa tersebut mulai tahun ajaran 2025/2026. Meski diawali dengan keterbatasan, Pemda berkomitmen untuk terus membenahi sarana dan prasarana sekolah secara bertahap.

Wabup Rio mengajak semua pihak, termasuk masyarakat, komite sekolah, para guru, dan pemerintah desa, untuk terlibat aktif dalam pengembangan sekolah. Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi pusat kegiatan masyarakat, tempat tumbuhnya nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan cinta tanah air.

“Anak-anak kita tidak butuh kemewahan, tapi lingkungan yang mendukung pertumbuhan mereka. Guru yang mendidik dengan kasih sayang, serta masyarakat yang memberi teladan. Itulah yang mereka butuhkan,” pungkasnya.

BACA JUGA  Pemkab Morotai Gelontorkan Dana 10 M Renovasi 11 Sekolah

Rasa Syukur dan Harapan 

Kepala Desa Aha, Ramli Mappa, mengungkapkan rasa syukurnya kepada pemerintah daerah atas pengaktifan kembali Sekolah Dasar Negeri (SDN) Aha. “Alhamdulillah dengan adanya pengaktifan sekolah ini, selaku pemerintah desa kami merasa bangga, dan juga menjadi satu kehormatan kami di desa Aha, serta menjadi kebanggaan kami dari pemerintah desa,” ungkapnya.

Ramli menekankan komitmen desa untuk mendukung semua program Bupati dan Wakil Bupati demi kesejahteraan masyarakat. Hal ini senada dengan perasaan Eliya, seorang guru di SDN Aha, yang mengekspresikan kegembiraannya akan pembukaan kembali sekolah tersebut. 

BACA JUGA  Demi Jabatan Ketua DPRD, Demokrat Sula Siap Saingi PDIP dan Golkar di Pileg Tahun 2024

“Kami sangat senang sekolah ini bisa dibuka lagi oleh Bupati dan Wakil Bupati. Jadi terima kasih banyak Bapak Bupati dan Wakil Bupati yang telah mengaktifkan kembali sekolah ini,” ujarnya sambil menahan air mata.

Eliya juga menyampaikan kerisauannya sebelum sekolah aktif kembali, terutama mengenai keselamatan siswa-siswi. “Jujur saja kami sangat khawatir ketika siswa-siswi di jalan. Sebab jangkauan terlalu jauh kalau sekolahnya di SDN Unggulan 2 di Desa Dehegila itu,” tuturnya. 

Ia berharap agar pemerintah dapat memperbaiki kerusakan pada bangunan sekolah yang terjadi selama ditutup.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah