Dalam kegiatan konservasi tersebut, masyarakat dan mahasiswa juga terlibat langsung dalam penanaman telur E. Wallacei dan telur penyu. Aksi ini menandai semangat kolaboratif lintas sektor dalam menjaga kelestarian spesies langka.
Amat menegaskan pentingnya pendekatan interdisipliner dalam konservasi keanekaragaman hayati. Menurutnya, kombinasi antara pemahaman ekologis dan nilai-nilai budaya lokal menjadi kunci keberhasilan upaya pelestarian jangka panjang.
“Pemahaman mendalam terhadap makna kultural penamaan lokal, jika dikombinasikan dengan strategi konservasi yang efektif dan berkelanjutan, sangat krusial untuk masa depan Eulipoa Wallacei di Galela,” pungkasnya. (Mg02/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!