‘Gantung’ Pasien, Ternyata RSUD Labuha Selama Ini tak Jujur Soal Fasilitas yang Rusak

Keterbatasan ini seharusnya tidak terjadi di rumah sakit rujukan kabupaten, apalagi untuk layanan vital seperti CT-Scan yang penting bagi diagnosis luka otak kritis.

Masalah ini jelas mencerminkan buruknya pengelolaan fasilitas kesehatan. Sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa permasalahan berkaitan dengan pengelolaan anggaran rumah sakit yang amburadul. Dana yang cukup besar dialokasikan setiap tahun, namun kenyataannya menguap begitu saja tanpa hasil nyata. Sementara kebutuhan mendesak seperti stabilisasi listrik dan perawatan medis terus terabaikan.

BACA JUGA  Idul Adha, Pemda Sula Alokasikan Rp 120 Juta Untuk Hewan Qurban

“Anggaran setiap tahun cukup besar, namun tidak ada komitmen serius untuk memastikan fasilitas berfungsi dengan baik,” ungkap sumber tersebut.

Kegagalan seperti ini menunjukkan janji dan lemahnya pengawasan dari pimpinan RSUD Labuha, dr. Titin, yang seharusnya bertanggung jawab atas perencanaan dan penggunaan anggaran. Kini, publik menuntut transparansi mengenai penggunaan dana yang diterima serta pertanggungjawaban atas buruknya pelayanan.

BACA JUGA  Bocah 10 Tahun di Halsel Hilang Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian

Keluarga pasien RI menyampaikan kekhawatiran mendalam akan keselamatan pasien dan mendesaknya tindakan cepat dari manajemen sakit rumah serta pemerintah daerah. “Ini soal nyawa manusia, bukan sekedar masalah alat atau teknis. Kami mendesak RSUD Labuha dan Dinas Kesehatan untuk segera memperbaiki fasilitas dan memberikan pelayanan yang layak,” jelas salah satu anggota keluarga dengan nada kecewa dengan pelayanan yang diterima.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah