Labuha, Maluku Utara – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan, Aswin Adam, mengakui bahwa pihaknya kekurangan anggaran terkait penanganan bencana alam banjir yang sering melanda wilayah itu. Meskipun telah melakukan pembangunan sejumlah bendungan, BPBD merasa perlu untuk meningkatkan anggaran guna menangani situasi yang semakin mendesak.
Aswin menjelaskan bahwa ada beberapa desa yang menjadi prioritas dalam penanganan bencana, di antaranya Desa Jojame, Amising Kali, Amasing Kota Utara, Amasing Kota Barat, serta Desa Doro dan Gane Timur. Sementara itu, pekerjaaan di desa lain seperti Oha, Balitata, dan Tokaka masih menunggu ketersediaan anggaran.
“Dalam penanganan ini, kita harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Tidak bisa langsung melaksanakan semua program tanpa melihat ketersediaan dana,” ungkap Aswin, Rabu (4/6/2025).
Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan tim anggaran untuk memastikan bahwa kegiatan penanganan bencana dapat berjalan sesuai dengan kemampuan finansial daerah.
Anggaran yang tersedia saat ini mencapai sekitar Rp 20 miliar, jumlah tersebut dinilai tidak cukup untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan bendungan yang diperlukan. Oleh karena itu, fokus akan diletakkan pada desa-desa yang paling terdampak, terutama saat musim hujan tiba. “Kita akan prioritaskan pembuatan bronjong sungai dan infrastruktur lain yang dapat mengurangi dampak banjir,” jelas Aswin.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!