Dia juga menegaskan bahwa prioritas bantuan saat ini lebih diarahkan kepada mahasiswa yang sedang berada di akhir masa studi, baik jenjang S1, S2 maupun S3. “Fokus anggaran diarahkan untuk membantu penyelesaian studi. Meski jumlah bantuannya tidak sebesar tahun sebelumnya, tapi masih bisa kami layani,” terangnya.
Ia menambahkan, Pemda siap menjawab berbagai penilaian publik terkait kebijakan ini. “Kami tegaskan bahwa bantuan pendidikan tidak dihapus. Pemerintah saat ini fokus pada penegerian Unipas karena itu juga membutuhkan pembiayaan yang besar,” tambahnya.
Haibah berharap kondisi keuangan daerah dapat membaik di tahun anggaran mendatang, sehingga Pemda bisa kembali memperluas cakupan bantuan pendidikan.
“Bupati dan Wakil Bupati juga punya komitmen besar terhadap sektor pendidikan. Mereka pun merasakan beratnya tidak bisa memberikan bantuan secara menyeluruh saat ini. Tapi Insya Allah, tahun depan akan ada penyesuaian agar program bantuan pendidikan bisa kembali ditingkatkan,” pungkasnya. (RF/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!