Ancaman Logam Berat, Ikan di Teluk Weda Tak Lagi Aman Dikonsumsi

Dari hasil riset yang ia telaah, dua sungai utama di kawasan ini, yakni Sungai Akejira dan Ake Sagea, mengalami penurunan kualitas air secara signifikan. Jika sebelumnya masuk kategori kelas I, kini air sungai tersebut turun ke kelas III. Kandungan logam berat seperti kromium dan nikel bahkan telah melampaui ambang batas aman yang ditetapkan Badan Perlindungan Lingkungan AS (USEPA).

“Sungai Akejira dan Ake Sagea kini diklasifikasikan sebagai tercemar berat. Kadar kromium dan nikel dalam air sudah melebihi standar yang ditetapkan,” katanya.

BACA JUGA  Stok Pertalite Kosong, Pemilik SPBU Darame Morotai Kesal

Munadi juga mengungkap temuan mengejutkan terkait biota laut. Kandungan arsenik dalam ikan meningkat tajam hingga 20 kali lipat dibandingkan data tahun 2007. Selain arsenik, ikan juga mengandung merkuri. Penumpukan sedimentasi logam berat ditemukan di muara sungai, yang mengindikasikan perlunya pengujian lanjutan terhadap kualitas perairan di kawasan tersebut.

“Ikan-ikan di Teluk Weda telah terkontaminasi arsenik dan merkuri. Bahkan kadar arseniknya melonjak drastis dibandingkan dua dekade lalu,” ungkapnya.

BACA JUGA  Cagub Malut Benny Laos Dinyatakan Meninggal Dunia, Jenazah Dimakamkan di Jakarta

Yang paling mengkhawatirkan, lanjut Munadi, adalah temuan kandungan logam berat dalam tubuh manusia. Berdasarkan pengujian terhadap sampel darah 46 warga, ditemukan kadar merkuri dan arsenik yang sudah melampaui batas aman. “Paparan ini terjadi karena masyarakat mengonsumsi ikan yang berasal dari Teluk Weda, yang merupakan jalur utama kontaminasi,” jelas Munadi.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah