Menurut gubernur, RSUD Bobong menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Tak aral melintang, rumah sakit tersebut rencananya akan diresmikan di awal tahun 2026.
Gubernur Sherly menambahkan, rencananya rumah sakit ini menghadirkan dokter spesialis dengan fasilitas pelayanan kepada pasien bayi prematur, cuci darah, ginjal dan transplantasi ginjal, dan operasi jantung.
Terkaut dokter spesialis untuk memenuhi kebutuhan daerah, Sherly berencana akan memberikan rekomendasi, dan ia juga nantinya akan meminta kepada Kemenkes untuk mencari beasiswa dokter spesialis.
“Jika ada putra-putri Taliabu yang sudah bergelar dokter dan mau ambil spesialis kami siap merekomendasikan, jika tidak ada putra-putri Taliabu tapi yang siap bertugas di Kab.Taliabu, dengan komitmennya kami siap memberikan rekomendasinya,” tutupnya.
Sebagai informasi, pembangunan RSUD Bobong di Kabupaten Pulau Taliabu diawali dengan prosesi peletakan batu pertama oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, yang didampingi oleh Kepala Staf Presiden (KSP), Letjen (Purn) AM Putranto, pada 8 Maret 2025 lalu.
Pembangunan RSUD Bobong ini menelan anggaran Rp 145 miliar lebih yang bersumber dari Kementerian Kesehatan RI.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!