Ironisnya, kondisi Sungai Ake Aru sejauh ini tidak pernah mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat. Baru-baru ini, banjir yang melanda Desa Saluta hingga mengakibatkan putusnya jembatan Posawan juga menyebabkan kebun dan tanaman mengalami kerugian besar akibat kejadian yang bersamaan dengan banjir di Kali Ake Aru pada 24 April lalu.
Asbar berharap ada perhatian serius dari Pemkab Halmahera Utara untuk menanggulangi ancaman abrasi ini.
“Setiap kali banjir pasti ada korban harta benda milik warga. BPBD selalu abai dalam pemantauan daerah rawan banjir ini. Kemarin, banjir terjadi pada hari dan tanggal yang sama dengan kejadian banjir di Saluta yang sampai merusak jembatan itu. Banyak warga yang memiliki lahan kebun kelapa mengalami kerusakan cukup besar, dan tanaman mereka terendam banjir,” ungkapnya. (Mg02/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!