Sementara itu, pada Selasa (06/05/2025) kemarin, Persatuan Gerakan Mahasiswa Peduli Maluku Utara (PGMP Malut) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Maluku Utara di Ternate.
PGMP menyatakan dukungan terhadap langkah Gubernur Sherly, yang berencana melakukan evaluasi dan perombakan terhadap jajaran kepala dinas, termasuk pencopotan pejabat yang diduga terlibat kasus korupsi dan telah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
PGMP juga menyinggung dugaan intervensi dari Kepala BPK RI Perwakilan Maluku Utara, Marius Sirumapea, yang disebut-sebut melayangkan surat kepada Gubernur agar mempertahankan Ahmad Purbaya dari jabatannya sebagai Kepala BPKAD.
“Atas dasar itu, kami mendesak KPK membentuk tim untuk memantau dan memeriksa sejumlah pejabat strategis, termasuk Kepala Bidang Mutasi, Promosi, dan Pengembangan Karir Aparatur di BKD Provinsi Malut,” ujar Koordinator aksi PGMP-Malut, Riski Jouhar, dalam orasinya.
Selanjutnya, akankah langkah Suryani Antarani sesuai dengan rumor yang beredar bahwa ia bakal menggantikan posisi Ahmad Purbaya sebagai Kepala BPKAD Maluku Utara ?, hanya waktu yang akan menajwab, yang jelas, dengan jabatan
Sekretaris BPKAD saat ini, maka selangkah lagi Ahmad Purbaya dengan mudah tergusur. (Redaksi)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!