Ruang kerja yang seharusnya berfungsi kini menjadi kumuh dan berserakan, lebih menyerupai gudang daripada pusat perdagangan. Perabotan kantor, termasuk kursi dan lemari, tampak dibuang sembarangan, mengubah lingkungan menjadi pemandangan yang tidak sedap dipandang, alih-alih menjadi pusat produktivitas.
Emi, seorang pemilik usaha kecil dengan warung di jalan utama di dekatnya, saat dimintai pendapatnya tentang kemungkinan memindahkan kiosnya ke dalam gedung ini, dia menyatakan keengganannya.
Emi beralasan gedung itu berada di dalam area kantor. Beda lagi jika penempatannya berada di luar kantor karena daya beli konsumen terbilang bagus dibanding di area kantor.
“Saya sudah lama mengelola kios saya di sepanjang jalan karena saya mempertimbangkan daya beli pelanggan. Jika saya pindah ke dalam, satu-satunya pelanggan adalah karyawan, ditambah lagi ada persyaratan yang harus dipenuhi, seperti kontribusi pendapatan bulanan. Saya tidak tertarik,” kata Emi kepada wartawan Haliyora.id, Selasa (22/4/2025).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!