Sebanyak 32 rumah warga dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material cukup dirasakan warga.
“Perencanaan pembangunan talud sebenarnya sudah pernah diusulkan ke Balai Wilayah Sungai, dan tim mereka pun sudah turun survei. Namun, karena efisiensi anggaran, proyek itu tertunda,” kata Wabup Rio saat ditemui di lokasi.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Pulau Morotai akan kembali mengusulkan pembangunan talud ke pemerintah pusat untuk mencegah banjir serupa terulang.
“Kami akan lobi kembali ke pusat agar proyek talud ini segera dijalankan,” tegasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!