Kata dia, kondisi demikian makin diperparah dengan kelesuan ekonomi dan terkurasnya tabungan masyarakat, sehingga pasca Idul Fitri diprediksi akan mengalami devaluasi dan menurunnya daya beli masyarakat dalam tiga bulan ke depan.
“Masyarakat diharapkan dapat menahan pengeluaran yang tidak perlu, tetap menjaga konsumsi, tidak perlu ekspansi kegiatan yang tak penting, karena tekanan ekonomi ke depan diprediksi makin sulit seiring kebijakan USA dan reaksi beragam dari berbagai negara akan berpotensi terjerumus dalam resesi ekonomi,” ujar Muhtar.
Lanjutnya, di sini pemerintahan perlu merumuskan ulang belanja pemerintah, menjaga ketahanan ekonomi lokal, dengan cara menahan ekspansi belanja modal, apalagi belanja modal yang bersumber dari barang impor, memperkuat ketahanan ekonomi melalui pangan, dan mengkonsultasikan dunia usaha, utamanya pelaku industri besar dengan UMKM.
“Serta menjaga sistem logistik yang efisien, bantalan sosial untuk menahan jatuhnya kelompok miskin baru, dan kebijakan belanja yang memanfaatkan produk dalam daerah,” pungkasnya. (RI/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!