Ia juga berharap kepada warga dua desa untuk tidak menyembunyikan pelaku-pelaku yang merugikan masyarakat banyak. “Selama hal ini tidak diatur secara kekeluargaan maka masalah tidak pernah selesai, jadi biarkan pihak keamanan yang menjalankan tugas dan fungsinya. Jika nanti diselidiki dan ditemukan pelaku-pelakunya maka akan tetap diproses hukum demi terciptanya masyarakat yang aman dan tentram,” tegasnya.
Bertatapan langsung dengan warga dua desa tersebut, Bupati Piet Hein Babua menghimbau warga agar tidak terpancing dengan isu-isu yang memecah belah kerukunan. Disamping itu, ia meminta agar pertikaian antara dua desa tak lagi dibesar-besarkan. “Saya minta agar warga yang lain tetap menahan diri dan biarkan nanti pihak keamanan yang menyelesaikan, intinya kita serahkan dan percayakan saja pada mereka. Masyarakat tetap tenang dan jangan terpancing,” ujarnya.
Sebelumnya, bentrokan antara warga Desa Kira dan Duma terjadi pada Minggu (06/04) dini hari tadi. Ini kali kedua desa yang bertetangga itu rusuh setelah Senin 10 Februari 2025 lalu. Bentrokan yang kedua ini terjadi hingga pagi hari. Untuk meredam agar pertikaian warga tidak meluas, aparat kepolisian dari Polres Halut yang dibantu satuan Brimob dan TNI diterjunkan ke lokasi.
Hingga siang ini, situasi terpantau kondusif. Warga yang dibantu aparat TNI/Polri membersihkan jalan yang dipenuhi batu dan sisa-sisa bom molotov (rakitan) yang dipakai warga saat bentrokan. Sejumlah rumah dan warga yang dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden ini. Mereka kini dirawat di sejumlah Puskesmas dan RSUD Tobelo. (RR/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!