Masjid Raya Baiturrahman Morotai Alami Kerusakan, Padahal Baru Direnovasi Tahun Lalu

Daruba, Maluku Utara – Kondisi plafon bangunan masjid raya Baiturrahman Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, nyaris ambruk. 

Pasalnya, ada kurang lebih 23 titik plafon terbuat dari bahan Gypsum makin parah mengalami bocor, sejak masjid itu diresmikan tahun 2022 silam.

Amatan media ini, material Gypsum perlahan jatuh mengenai sisi shaf jamaah. Belum lagi lantai masjid basa saat turun hujan.

BACA JUGA  Angka Melek Huruf di Morotai 2025 Tembus 98,62 Persen, Momentum Hardiknas Perkuat Literasi Daerah

Diketahui masjid itu sudah direhab tahun 2024 oleh salah satu kontraktor dengan anggaran rehab Rp 750 juta. Namun, rehab itu diduga ada indikasi penyalahgunaan anggaran.

Salah satu Imam Masjid Baiturrahman, Sayuti, mengungkapkan dari anggaran rehab itu, kondisi dinding bangunan tidak nampak di cat bahkan lampu kuba dan menara masjid padam sejak 4 bulan.

BACA JUGA  Kunker Wapres Gibran, Pemkab Morotai Siap Tampilkan Potensi Daerah

“Dari upah tukang itu yang saya tau 140 juta sekian, jadi berdasarkan papan proyek itu ada 726 juta, tapi kondisi masjid setelah rehab makin parah,” ujar Sayuti kepada awak media, Minggu (23/3/2025).

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah